, djumpai persahabatan, kerjasama, keteraturan dan kedamaia.</div>
<div></div>
<div>b. Out-group (kelompok luar), apabila kelompok dalam berhubungan dengan kelompok luar munculah rasa kebencian, permusuhan, perang, atau permapokan.</div>
<div></div>
<div><b>5. Klasifikasi Soerjono Soekanto</b></div>
<div>Soerjono Soekanto membagi jenis kelompok berdasarkan enam hal, yaitu :</div>
<div>a. Berdasarkaan besar kecilnya jumlah anggota, menurut Simmel bentuk terkecil kelompok sosial terdiri dari satu orang sebagia fokus hubungan sosial dinamakan monad, berkembang menjadi dua disebut dyad dan triad.</div>
<div>b. Berdasarkan derajat sosial, berdasarkan derajat interaksi sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang angghotannya saling mengenal (face to face grouping) dan kelompok-kelompok yang anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat.</div>
<div>c. Berdasarkan kepentingan dan wilayah</div>
<div>d. Berdasarkan derajat organisasi</div>
<div>e. Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama, terdapat in-group dan out-group</div>
<div>f. Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan, dapat dibedakan menjadi kelompok perimer dan sekunder. Dalam konteks Indonesia kedua kelompok tersebut tercermin dalam paguyuban dan patembayan.</div>
<div></div>
<div>1) Paguyuban, merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya memiliki hubungan batin yang kuat, bersifat alamiah dan kekal. Contohnya keluarga, kekerabatan, antar tetangga pada masyarakat tradisional atau pada masyarakat pedesaan. Ciri-ciri paguyuban, intim, privat, eksklusif</div>
<div></div>
<div>2) Patembayan, ,merupakan bentuk kehidupan bersama dimana diantara anggotanya terdapat ikatan lahir yang bersifat pokok, dalam jangka waktu yang relatif pendek. Contohnya hubungan dalam dunia industry atau organisasi politik</div>
<div></div>
<div><b>Hubungan Antar kelompok Sosial</b></div>
<div>Menurut kinloch, hubungan antarkelompok memiliki beberapa kriteria sebagai berikut.</div>
<div>
<ol style=)
Dalam hubungan antar kelompok terdapat empat dimensi :
- Dimensi sejarah, diarahkan pada masalah tumbuh dan berkembang hubungan antarkelompok. hal tersebut terkait dengan timbulnya stratifikasi etnik, strtifikasi jenis kelamin dan strtifikasi usia
- Dimensi sikap, timbulnya prasangka (prjudice) atau stereotip
- Dimensi institusi, dapat berupa institusi politik dan ekonomi
- Dimensi gerakan sosial, baik diprakarsai oleh pihak yang menginginkan perubahan maupun oleh mereka yang ingin mempertahankan keadaan yang suadah ada
Pola hubungan antar kelompok
1. Alkuturasi, terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur
2. Dominasi, terjadi bila suatu kelompok ras mengusasi kelompok lain. Kornblum menyartakan behwa terdapat empat macam kemungkinan proses yang terjadi dalam suatu hubungan antarkelompok,
Genosida adalah pe,bunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu
Pengusiran
Perbudakan
Segresi, yaitu pemisahan antara warga kulit putih dan hitam (apertheid)
Asimilasi, interaksi antara dua kelompok yang berbeda kebudayaan sehingga memunculkan kebudayaa campuran
3. Paternalism, bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
4. integrasi, suatu pola ubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tertentu
.
5. pluralism, suatu pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak erdata masyarakat
Stanley Lieberson, mengklasifikasikan pola hubungan antar kelompok menjadi 2 pola,
1. pola dominasi kelompok pendatang atas pribumi (migran superordinate)
2. Pola dominasi kelompok pribumi atas pendatang (indigenous superordinate)
Materi Sosiologi ini dapat juga diunduh untuk belajar dirumah melalui tautan berikut ini:
Demikianlah penjelasan singkat Sosiologi XI BAB 1: Kelompok Sosial di Masyarakat yang telah kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi anda.